Welcome To My Blog

Selasa, 13 September 2016

Karakteristik Grafit

Struktur Kimiawi Grafit
Berikut ini Video tentang proses milling pada Grafit

Dan berikut ini video tentang proses pengolahan grafit

Penjelasan Umum

Grafit, sebagaimana berlian, adalah bentuk alotrop karbon, karena kedua senyawa ini mirip namun struktur atomnya mempengaruhi sifat kimiawi dan fisikanya.

Grafit terdiri atas lapisan atom karbon, yang dapat menggelincir dengan mudah. Artinya, grafit amat lembut, dan dapat digunakan sebagai minyak pelumas untuk membuat peralatan mekanis bekerja lebih lancar. Grafit sekarang umum digunakan sebagai "timbal" pada pensil.

Grafit berwarna kelabu. Akibat delokalisasi elektron antar-permukannya, grafit dapat berfungsi sebagai konduktor listrik.

Secara alamiah, grafit ditemukan di Sri Lanka, Kanada dan Amerika Serikat. Grafit juga disebut sebagai timbal hitam.

Grafit dinamai oleh Abraham Gottlob Werner pada tahun 1789 dengan mengambil kata dari bahasa Yunani. Grafit juga bisa dibuat menjadi isi pensil.

mineral grafit dapat di temukan di batuan metamorf yaitu sabak, filit, sekis, dan genis.

Karbon merupakan unsur non-logam yang diwakili oleh simbol ‘C’ dan memiliki nomor atom 6.

Secara kimiawi, karbon merupakan unsur yang sangat stabil serta menjadi unsur ke-15 paling berlimpah di kerak bumi.


Sedangkan bila dihitung dari nilai persentase massa, unsur ini ditemukan paling berlimpah ke-4 di seluruh alam semesta.

Dalam kimia, karbon dikenal memiliki isotop dan alotrop. Isotop mengacu pada terjadinya dua atau lebih atom dari unsur yang sama namun memiliki jumlah neutron yang berbeda.

Sedangkan alotrop didefinisikan sebagai terjadinya suatu unsur dalam dua atau lebih bentuk struktural yang berbeda.

Alotrop Karbon

Seperti sudah disebutkan, karbon bisa muncul dalam konfigurasi molekul bervariasi.

Tiga alotrop karbon diketahui ditemukan berlimpah di alam yaitu grafit, berlian, dan karbon amorf.

Ketiga alotrop terbentuk ketika karbon mengalami kondisi yang berbeda. Misalnya, karbon menjadi grafit akibat terpapar tekanan normal, sementara berlian terbentuk akibat karbon terkena tekanan tinggi.

Jenis sistem kristal dalam grafit adalah heksagonal dan isometrik pada berlian.

1. Grafit

Grafit terbentuk ketika karbon terkena kondisi tekanan normal.

Itu sebab, grafit merupakan alotrop paling stabil dalam kondisi normal. Grafit memiliki karakteristik lunak, ringan, dan mampu menghantarkan listrik.

Secara komersial, grafit digunakan sebagai pelumas. Bila terkena suhu dan tekanan yang sangat tinggi, grafit dapat dikonversi menjadi berlian.

2. Berlian

Bernilai memiliki nilai tinggi sebagai perhiasan karena memiliki kemampuan menatulkan cahaya yang unik.

Berlian memiliki karakteristik transparan, kompak, abrasif, serta dikenal sebagai mineral paling kuat.

Selain sebagai perhiasan, berlian digunakan untuk aplikasi komersial seperti alat potong, alat bor, dan alat giling.

Berlian tidak dapat menghantarkan listrik sehingga dikenal sebagai insulator yang baik.
3. Karbon amorf

Seperti namanya, karbon amorf merupakan alotrop berwujud non-kristal dan ditemukan dalam bentuk bubuk serta menjadi komponen utama dari arang dan jelaga.

Namun, saat memeriksa struktur molekul secara rinci, Anda dapat menemukan kristal kecil yang mirip dengan grafit dan berlian.

Oleh karena itu, karbon amorf sering dianggap sebagai bentuk varian dari grafit. Karbon amorf dapat disintesis dalam kondisi yang terkendali di laboratorium.
Alotrop Lain

Selain tiga jenis yang disebutkan di atas, karbon juga memiliki alotrop lain termasuk glassy carbon, fullerene, lonsdaleite, aggregated diamond nanorod, dan carbon nanofoam. (Source: Amazine.co)

Metode Explorasi Dan Eksploitasi
Grafit ditambang di seluruh dunia oleh kedua metode tambang terbuka dan bawah tanah :
Metode Tambang Terbuka :
1. Open pit, open cut, open cast dan open mine adalah metode penambangan yang diterapkan untuk bahan galian logam.
2. Quarry adalah metode penambangan yang diterapkan untuk bahan galian non logam.
3. Strip mine adalah metode penambangan yang diterapkan untuk endapan bahan galian yangposisinya horisontal atau agak miring.
4. Alluvial mine adalah metode penambangan yang diterapkan untuk endapan alluvial.


Metode Tambang Bawah Tanah :
1. Open stope methods :
a. gophering adalah sistem yang arah penggaliannya selalu mengikuti arah endapan bijih.
b. underground glory hole adalah sistem penggaliannya dimulai dari atas raise dan diperbesar kesegala arah.
c. shrikage stoping adalah sistem penggaliannya dilakukan secara over hand. sublevel stoping adalah sistem dimana dibuat sublevel-sublevel dengan jarak tertentu.


2. Supported methods :
a. cut and fill stoping adalah sistem penggaliannya dimana broken orenya dikeluarkan seluruhnyadan diganti dengan fiiling material.
b. shrinkage stoping adalah sisitem yang menerapkan perpaduan antara shrinkage dan cut and fillstoping.
c. square set stoping adalah sistem penambangannya digunakan timber untuk menyangga seluruhruangan bekas tambang.
d. stull stoping adalah sistem penambangannya menggunakan stull untuk menyangga antarahanging wall dan foot wall.


3. Caving methods :
a. top slicing adalah sistem penggaliannya diawali dari puncak yang dilakukan slice demi slice.
b. sublevel caving adalah sistem penggaliannya dengan membuat sublevel-sublevel.
c. block caving adalah penambangannya dengan memanfaatkan runtuhnya broken ore dalam tiapblock level.

Potensi dan Persebaran
Pemilik pertambangan di Kab. Sijunjung yaitu di kelola oleh pemerintah setempat. Secara regional Kab. Sijunjung terletak pada bagian tengah cekungan Ombilin yang merupakan bagian dari Cekungan Sumatera Tengah. Menurut Koesoemadinata (Vide, Sukendar Asikin, 1987), Cekungan Ombilin ini mempunyai panjang 60 km dan lebar 25 km. Pada cekungan ini terdapat dua formasi batuan yaitu: Anggota Bawah Formasi Ombilin dan Anggota Atas Formasi Ombilin. Stratigrafinya terdiri dari batuan sedimen yang berumur tersier, batuan metamorf yang berumur Pra-Tersier & batuan intrusi yang berumur Trias. Dengan kondisinya yang seperti itu maka daerah ini menyimpan sumber daya mineral dan energi yang cukup potensial, seperti; batu kapur, marmer, granit, andesit, Grafit, kalsit, kaolin, pasir kuarsa, fosfat, silika, lempeng kuarsit, emas, hingga batubara.

Pemanfaatan
Grafit alam sebagian besar dikonsumsi untuk refraktori, pembuatan baja, grafit diperluas, pelapis rem, facings pengecoran dan pelumas. Grafen , yang terjadi secara alami dalam grafit, memiliki sifat fisik yang unik dan mungkin salah satu zat terkuat yang dikenal, namun, proses pemisahan dari grafit akan membutuhkan beberapa perkembangan teknologi sebelum ekonomis layak untuk menggunakannya dalam proses industri.

Reklamasi Pertambangan:

Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. Secara umum yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam merehabilitasi/reklamasi lahan bekas tambang yaitu dampak perubahan dari kegiatan pertambangan, rekonstruksi tanah, revegetasi, pencegahan air asam tambang, pengaturan drainase, dan tataguna lahan pasca tambang. Kegiatan pertambangan dapat mengakibatkan perubahan kondisi lingkungan. Hal ini dapat dilihat dengan hilangnya fungsi proteksi terhadap tanah, yang juga berakibat pada terganggunya fungsi-fungsi lainnya. Di samping itu, juga dapat mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati, terjadinya degradasi pada daerah aliran sungai, perubahan bentuk lahan, dan terlepasnya logam-logam berat yang dapat masuk ke lingkungan perairan.

Adapun, persebaran tambang grafit di indonesia dapat dilihat di gambar berikut:




Sumber:
http://faidery26.blogspot.co.id/2011/10/bahan-galian-grafit.html
Amazine.com
Wikipedia/Grafit
Google.com
migas.esdm.go.id