Welcome To My Blog

Minggu, 15 Januari 2017

Data Kependudukan Sumatera Selatan Dan Indeks Pembangunan Manusia

Sumatera Selatan 


Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. Provinsi ini beribukota di Palembang. Secara geografis provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka-Belitungdi timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat. Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi,gas alam dan batu bara. Selain itu ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Sebagai gambaran jumlah penduduk
Semester I 2016 (30 JUNI 2016)
hasil konsolidasi Kemendagri sebagai berikut :
  
No
Kabupaten/Kota
Jumlah Penduduk
Luas Wilayah Km2


L
P
Jumlah

1
Ogan Komering Ulu
181,197
172,254
353,451
4,797.06
2
Ogan Komering Ilir
370,757
346,503
717,260
18,359.04
3
Muara Enim
286,728
276,209
562,937
7,383.90
4
Lahat
216,900
207,023
423,923
5,311.74
5
Musi Rawas
209,122
196,226
405,348
6,350.10
6
Musi Banyuasin
309,437
293,853
603,290
14,266.26
7
Banyuasin 
410,939
388,155
799,094
11,832.99
8
OKU Timur
324,878
306,045
630,923
3,370.00
9
OKU Selatan
211,500
196,351
407,851
5,493.94
10
Ogan Ilir
217,692
213,103
430,795
2,666.09
11
Empat Lawang
167,074
158,025
325,099
2,256.44
12
PALI
84,026
82,289
166,315
1,840.00
13
Musi Rawas Utara
95,766
91,413
187,179
6,008.55
14
Palembang 
787,674
772,729
1,560,403
369.22
15
Pagar Alam
71,017
67,255
138,272
633.66
16
Lubuk Linggau
107,056
105,065
212,121
401.50
17
Prabumulih 
95,579
93,815
189,394
251.94

Jumlah
4,147,342
3,966,313
8,113,655
91,592.43
Rekapitulasi Wilayah
Wilayah_sebelum pemekaran
Ogan Komering Ulu
Ogan Komering Ilir
Muara Enim
Lahat
Musi Rawas
Musi Banyuasin
Banyuasin
OKU Selatan
OKU Timur
Ogan Ilir
Empat Lawang
Palembang
Prabumulih
Pagar Alam
Lubuk Linggau
2013
Luas Wilayah (Hektar)Kecamatan (Unit)Desa (Unit)Kelurahan (Unit)
-1214014
-1829713
-2231016
-2135917
-2126820
-1422313
-1728816
-192527
-202897
-1622714
-101478
-160107
-61225
-5035
-8072
Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index)

IPM merupakan suatu indeks komposit yang mencakup 3 pembangunan manusia yang dianggap sangat mendasar yaitu usia hidup, pengetahuan, dan standar hidup layak, manfaatnya untuk mengukur status pembangunan manusia. Hal ini juga terkait bagaiman penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh UNDP pada tahun 1990 dan dipublikasi berkala dalam laporan tahunan Human Development Report.

Konsep Pembangunan Manusia
Pembangunan manusia adalah sebuah proses pembangunan yang bertujuan agar mampu memiliki Iebih banyak pilihan, khususnya dalam pendapatan, kesehatan dan pendidikan. Pembangunan manusia sebagai ukuran kinerja pembangunan secara keseluruhan dibentuk melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat; pengetahuan dan kehidupan yang layak dan masing-masing dimensi direpresentasikan oleh indikator.
Tujuan utama pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyat untuk menikmati umur panjang, sehat, dan menjalankan kehidupan yang produktif (United Nation Development Progamme-UNDP).
Pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (a process of enlarging people's choices).

Pada tahun 2013, Sumatera Selatan berada di sepuluh besar IPM nasional dengan 74,36 Angka peringkat.I PM diklasifikasikan Menurut jumlah sebagai berikut: IPM lebih dari 80 termasuk dalam kategori tinggi, menengah atas 66,00-79,99; 50,0-65,99 menengah bawah, dan kurang dari 50 Termasuk kategori rendah, data untuk 2013 menunjukkan bahwa Sumatera Selatan termasuk dalam kategori menengah-tinggi IPM serta kabupaten / kota Selama periode 2011 sampai 2014, IPM Provinsi Sumatera Selatan selalu meningkat positif baik di provinsi dan kabupaten. pada tahun 2011 IPM adalah 65,12, dan Peningkatan untuk 66,75 pada tahun 2014. Perbedaan sumber daya (alam, manusia, teknologi, uang) yang dimiliki / dikuasai oleh masing-masing daerah yang menyebabkan pertentangan atau perbedaan dalam kualitas pengembangan sumber daya manusia antara daerah . seperti yang ditunjukkan melalui jumlah angka IPM. Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan IPM oleh kabupaten / kota pada tahun 2014 disimpulkan bahwa Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) memiliki nilai IPM terendah pada tingkat 59,89, dan Palembang memiliki nilai IPM tertinggi yaitu senilai 76,02

Dapat kita lihat dari data diatas, bahwa dari tingkat pembangunan di atas, terlihat bahwa dari tahun ke tahun, provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dan cenderung tidak mengalami penurnan, dalam kata lain bahwa kualitas hidup dan pembangunan manusia di wilayah Sumatera Selatan sudah cukup baik. Dan pertumbuhan tersebut, Sumatera Selatan kurang 5 angka dari tingkat Indeks Pembangunan Manusia kategori tinggi, Dan artinya, pemerintahan dearah sudah dikatakan berhasil dalam menyusun rancangan pembangunan suatu negara, karena HDI sudah mencerminkan tingkat keberhasilan pembangunan suatu negara.


Hal tersebut dapat kita lihat dari salah satu variabel dalam pengukuran IPM, yaitu tingkat hidup layak, semakin meningkat angka HDI, maka tingkat angka hidup layak pun meningkat, dan tentunya kesejahteraan lingkungan masyarakat juga mengalami kenaikan, hal ini memberikan dampak selain kepada masyarakat, juga kepada pemerintah, jika masyarakat terus mengalami kenaikan dalam Human Development Indeks, maka Pemerintahan juga akan merasakan dampaknya, yaitu pertumbuhan perekonomian. Dapat disimpulkan bahwa dalam beberapa tahun ini rencana pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mencapai target, dan akan meningkat dari tahun ke tahun jika rencana tersebut konsisten, terarah, dan diawasi oleh otoritas pusat.